Powered By Blogger

Kamis, 17 November 2016

Etika Pada Pasar Ekonomi Global (softskill 2)

Sebagaimana sudah kita ketahui sebelumnya, bahwa etika bisnis sangat diperlukan bagi seluruh perusahaan atau suatu badan usaha. Etika bisnis tersebut bermaksud untuk membatasi perilaku atau kegiatan suatu perusahaan. Beretika tidak hanya untuk berperilaku antar sesama indvidu, namun dalam menjalankan suatu kegiatan di perusahaan, maka kita juga harus beretika. Ketika kita beretika, maka usaha yang akan dilaksanakan tersebut juga akan berjalan dengan baik.
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Etika Bisnis adalah Suatu kode etik perilaku Pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan bisnis.
Etika adalah suatu komitmen untuk melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang tidak benar.
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu:
1.        Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.        Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3.        Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.
Beretika dalam bisnis juga memberikan manfaat yang cukup banyak bagi suatu perusahaan, seperti :
1.        Bermanfaat sebagai pemodan perilaku.
2.        Bermanfaat sebagai identitas suatu perusahaan.
3.        Visi dan Misi perusahaan jelas.
4.        Membatasi peran perusahaan.
5.        Dapat meningkatkan kredibilitas.
6.        Dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) di bidang etika.
7.  Bagi perusahaan yang sudah go public, dapat memperoleh manfaat berupa meningkatnya kepercayaan para investor.
8.        Membangun corporate image.
9.        Dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang..
10.    Untuk menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.
Cara mempertahankan standar etika :
1.        Menciptakan kepercayaan perusahaan
2.        Jalankan kode etik
3.        Lindungi hak perorangan
4.        Adakan pelatihan etika
5.        Lakukan audit etika secara periodik
6.        Pertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jagan hanya aturan
7.        Hindari contoh etika yang tercela
8.        Ciptakan budaya komunikasi dua arah
Perusahaan bertanggungjawab atas beberapa faktor, seperti :
1.        Tanggung jawab terhadap lingkungan
2.        Tanggung jawab terhadap karyawan
3.        Tanggung jawab terhadap investor
4.        Tanggung jawab terhadap pelanggan
5.        Tanggung jawab terhadap masyarakat

Dengan beretika, maka akan membawa perusahaan menjadi Good Corporate Culture. Yang artinya adalah perusahaan akan terus diterima keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Perusahaan akan menjalin hubungan yang baik dengan para masyarakat sekitar. Karna dalam menjalankan tugas atau kegiatan, perusahaan tersebut akan mengikutsertakan masyarakat sekitar dalam hal memberikan informasi tentang usaha yang dijalankan. Hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar juga sangat diperlukan dalam kelangsungan hidup perusahaan.
Alasan Atas Kode Etik :
1.        Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis.
2.      Berkurangnya potensial regulasi pemerintah yang dikeluarkan sebagai aktivitas kontrol.
3.        Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai pedoman.
4.        Menyediakan tanggungjawab atas prilaku yang tak beretika.
Etika Bisnis di Era Globalisasi
Bisnis merupakan sebuah kegiatan yang telah mengglobal. Setiap sisi kehidupan diwarnai oleh bisnis. Dalam lingkup yang besar, Negara pastinya terlibat dalam proses bisnis yang terjadi. Tiap-tiap Negara memiliki sebuah karakteristik sumber daya sendiri sehingga tidak mungkin semua Negara merasa tercukupi oleh semua sumber daya yang mereka miliki. Mulai dari ekspedisi Negara Eropa mencari rempah-rempah di Asia sampai perdagangan minyak Internasional merupakan bukti bahwa dari dulu sampai sekarang sebuah Negara tidak dapat bertahan hidup tanpa keberadaan bisnis dengan Negara lainnya. Dewasa ini, pengaruh globalisasi juga menjadi faktor pendorong terciptanya perdagangan internasional yang lebih luas. Kemajemukan ekonomi dan sistem perdagangan berkembang menjadi sebuah kesatuan sistem yang saling membutuhkan. Ekspor-Impor multinasional menjadi sesuatu yang biasa. Komoditi nasional dapat diekspor menjadi pendapatan Negara, serta produk-produk asing dapat diimpor demi memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Setiap Negara terus mengeksplorasi bisnis ke luar negeri selain untuk mendapatkan yang mereka inginkan, juga menaikkan tingkat ekonomi yang ada. Tidak dapat dipungkiri bahwa Bisnis multinasional merupakan kesempatan untuk meraih pundi-pundi uang demi meningkatkan tingkatan ekonomi, terutama Negara berkembang yang rata-rata memiliki nilai tukar mata uang yang rendah. Developing country mendapat keuntungan dengan kemudahan untuk mengekspor barang domestiknya ke luar dan kemudahan untuk mendapatkan investor asing sebagai penanam dana bagi usaha-usaha dalam negeri. Sedangkan developed country lebih mudah dalam mendapatkan barang/jasa yang mereka inginkan.
Ada kesempatan yang terbuka lebar maka pasti ada persaingan untuk mendapatkannya. Berikut ini ada dua macam keuntungan yang dapat digunakan sebagai modal untuk meraih keberhasilan:
1.        Keuntungan absolut, disaat sebuah Negara dapat memproduksi sesuatu produk yang lebih murah dan/atau kualitas yang lebih tinggi dari Negara lain. Contohnya Indonesia memiliki keunggulan karena memiliki kekayaan alam yang berlimpah seperti minyak. Sehingga Indonesia dapat menjual minyak lebih murah.
2.    Keuntungan komparatif, disaat sebuah Negara memproduksi barang dengan lebih efisien atau lebih baik daripada Negara lain yang memproduksi barang yang sama. Contohnya produsen mobil sport Ferrari dalam penggunaan teknologi terpadu pada pembuatan mobil balap.
Tidak semua kesempatan bisnis global dapat langsung digunakan. Terdapat beberapa halangan yang dapat menghadang perdagangan internasional seperti perbedaan sosial dan budaya, perbedaan ekonomi dan perebedaan hukum dan politik. Perusahaan harus mampu menyikapi barrier tersebut
Selain social budaya, ekonomi dan hukum-politik, yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah Etika Bisnis. Etika bisnis adalah perilaku baik atau buruk berdasarkan kepercayaan perseorangan dan norma sosial dengan membedakan antara yang baik dan yang buruk. Kode Etik yang ada bersumber dari pandangan anak-anak ke perilaku orang dewasa, pengalaman, perkembangan nilai serta moral, dan pengaruh kawan.
Tujuan diciptakanya kode etik adalah:
1.        Meningkatkan kepercayaan publik pada bisnis.
2.        Berkurangnya potensial regulasi pemerintah yang dikeluarkan sebagai aktivitas kontrol.
3.        Menyediakan pegangan untuk dapat diterima sebagai pedoman.
4.        Menyediakan tanggungjawab atas prilaku yang tak ber-etika.
Tanggung jawab sosial juga merupakan juga hal yang penting. Tanggung jawab sosial adalah sebuah konsep dimana sebuah perusahaan terhubung dengan sosial dan lingkungan sekitar dalam hal proses bisnis dan interaksi perusahaan dengan stakeholdernya. Tanggung jawab sosial dunia bisnis tidak saja berorientasi pada komitmen sosial yang menekankan pada pendekatan kemanusiaan, belas kasihan, keterpanggilan religi atau keterpangilan moral, dan semacamnya, tetapi menjadi kewajiban yang sepantasnya dilaksanakan oleh para pelaku bisnis dalam ikut serta mengatasi permasalahan sosial yang menimpa masyarakat.

Etika Bisnis dalam Persaingan
Dalam bisnis akan terjadi persaingan yang sangat ketat kadang-kadang menyebabkan pelaku bisnis menghalalkan segala cara untuk memenangkannya, sehingga yang sering terjadi persaingan yang tidak sehat dalam bisnis. Persaingan yang tidak sehat ini dapat merugikan orang banyak selain juga dalam jangka panjang dapat merugikan pelaku bisnis itu sendiri.
Aspek hukum dan aspek etika bisnis sangat menentukan terwujudnya persaingan yang sehat. Munculnya persaingan yang tidak sehat menunjukkan bahwa peranan hukum dan etika bisnis dalam persaingan bisnis ekonomi belum berjalan sebagaimana semestinya.
Dari segi etika bisnis, hal ini penting karena merupakan perwujudan dari nilai-nilai moral. Pelaku bisnis sebagian menyadari bahwa bila ingin berhasil dalam kegiatan bisnis, ia harus mengindahkan prinsip-prinsip etika. Penegakan etika bisnis makin penting artinya dalam upaya menegakkan iklim persaingan sehat yang kondusif. Sekarang ini banyak praktek pesaing bisnis yang sudah jauh dari nilai-nilai etis, sehingga bertentangan dengan standar moral. Para pelaku bisnis sudah berani menguasai pasar komoditi tertentu dengan tidak lagi mengindahkan sopan-santun berbisnis. Keadaan ini semakin krusial sebagai akibat dari sikap Pemerintah yang memberi peluang kepada beberapa perusahaan untuk menguasai sektor industri dari hulu ke hilir.
Persaingan usaha dalam Bisnis
Persaingan hanya terjadi pada system dunia yang bebas. Hal ini merupakan faktor yang paling penting dalam memajukan perekonomian. Dalam bahasa Inggris persaingan disebut “competition” , Marshaal Howard berpendapat bahwa persaingan merupakan istilah umum yamg dapat digunakan untuk segala sumber daya yang ada. Persaingan adalah jantungnya perekonomian pasar bebas.
Produsen harus memenuhi keinginan konsumen dalam pelayanan yang lebih efisien dan mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari pesaingnya. Produsen akan memperoleh keuntungan dari konsumen apabila ia mampu melayani konsumen secara efisien, dan sebaliknya apila ia tidak mampu, maka ia akan mengalami kerugian dan kebangkrutan.
Adanya persaingan dalam bidang industry akan memaksa para pesaing bisnis untuk menghasilkan barang-barang berkualitas. Perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan efisien akan memperoleh keuntungan yang besar dan tetap hidup. Sedangkan perusahaan yang tidak efisien akan mengalami kekalahan dalam bersaing sehingga lama-kelamaan akan bangkrut. Adanya persaingan akan memberikan peluang bisnis, yaitu pasar bebas, dimana tidak ada larangan-larangan atau batasan-batasan bagi perusahaan untuk keluar atau masuk dari pasar.
Menurut Marshall, manfaat umum dari proses persaingan ekonomi adalah terbentuknya harga yang semurah mungkin bagi barang dan jasa yang disertai adanya bentuk pilihan maupun kualitas barang dan jasa yang diinginkan. Dalam hal demikian, banyak produsen yang member kontribusi pada perdagangan atau pasar. Dan harga-harga yang bersaing ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Jika sejumlah penjual yang mau menjual sama dengan jumlah pembeli yang mau membeli, maka disini adalah sisi positif dari persaingan bisnis. Sedangkan sisi negatifnya adalah ketika terjadi persaingan yang mutlak, dimana masing-masing perusahaan hanya menginginkan keuntungan sebesarnya-sebesarnya.
Dalam keadaan seperti itu, akan timbul ketidakmerataan keuntungan dan hasil pendapatan. Pengusaha dengan modal kecil akan tersisih dengan sendirinya. Dalam hal ini para pelaku ekonomi berhasrat menguasai berbagai sector industry sekaligus, mulai dari industri hulu sampai industri hilir.
Iklim persaingan yang demikian akan menyebabkan persaingan yang tidak sehat. Disini persaingan sesama usaha akan semakin ketat dan cenderung tidak jujur, ditambah dengan tidak adanya paranata hukum yang membatasi kegiatan bisnis. Sehubungan dengan berlangsungnya era globalisasi, maka persaingan harus transparan dan mengandalkan profesionalisme.
Keuntungan dan Etika
Perlu digaris bawahi bahwa sejak semula tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan, atau lebih tapat, keuntungan adalah hal yang pokok bagi kelangsungan bisnis, walaupun bukan tujuan satu-satunya. Sebagaimana dianut oleh pandangan bisnis yang ideal, maka dari sudut pandang etika, keuntungan bukan hal yang buruk. Bahkan secara moral, keuntungan merupakan hal yang baik, dan diterima karena, pertama, keuntungan memungkinkan suatu perusahaan bertahan dalam kegiatan bisnisnya. Kedua, tanpa memiliki keuntungan, tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu tidak akan menjadi aktivitas ekonomi demi memacu pertumbuhan ekonomi. Ketiga, keuntungan memungkinkan perusahaan tidak hanya bertahan tetapi juga untuk menghidupi karyawan-karyawannya, bahkan pada tingkat dan taraf hidup yang lebih baik. keuntungan yang diperoleh, perusahaan dapat terus mengembangkan usahanya yang berarti menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Dalam persaingan bisnis yang ketat, para pelaku bisa sadar betul bahwa perusahaan yang unggul bukan karena perusahaan mempunyai kinerja bisnis manajerial financial yang baik, melainkan perusahaan juga mempunyai kinerja etis dan etos yang baik.
Kedua, dalam persaingan bisnis yang ketat, para pelaku bisnis yang modern sangat sadar bahwa konsumen adalah raja. Oleh karena itu, hal yang paling pokok untuk bisa untung dan bertahan dalam pasar yang penuh persaingan adalah sejauh mana suatu perusahaan bisa merebut dan mempertahankan kepercayaan konsumen. Ini bukan merupakan hal yang mudah.
Karena dalam pasar yang penuh dengan persaingan dan pasar yang bebas dan terbuka, dimana ada beragam barang dan jasa ditawarkan dengan harga dan mutu yang kompetitif, sekali konsumen dirugikan, maka mereka akan berpaling dari perusahaan tersebut.
Yang paling pokok, adalah para pelaku bisnis modern sadar betul bahwa kepecayaan konsumen hanya mungkin dijaga dengan memperhatikan citra bisnisnya sebagai bisnis yang baik dan etis. Termasuk didalamnya adalah pelayanan, tanggapan terhadap keluhan konsumen, hormat pada hak dan kepentingan konsumen, menawarkan barang dan jasa dengan mutu yang baik dan harga yang sebanding., tidak menipu konsumen dengan iklan bombastis dan seterusnya.
Hal ini kini benar-benar oleh perusahaan-perusahaan yang memang ingin membangun sebuah kerajaan bisnis bertahan lama, mereka sadar bahwa kini konsumen sangat kritis dan tidak mudah dibohongi.
Ketiga, dalam system pasar terbuka dengan peran pemerintah yang bersifat netral dan berpihak tetapi secara efektif menjaga agar kepentingan dan hak dari semua pihak dijamin. Para pelaku bisnis berusaha sebaik mungkin untuk menghindarkan campur tangan pemerintah, karena baginya akan mengganggu kelangsungan bisnisnya. Salah satu cara yang paling efektif untuk keperluan itu adalah dengan cara menjalankan bisnisnya secara baik dan etis, yaitu dengan menjalankan bisnis sedemikian rupa tanpa sengaja merugikan kepentingan semua pihak yang terkait dalam bisnisnya. Asumsinya adalah, jika sampai terjadi ia menjalankan bisnisnya dengan merugikan pihak tertentu, maka pemerintah yang tuhasnya adalah menjaga dan menjamin hak dan kepentingan semua pihak tanpa terkecuali, dan ini kita andaikan dijalankan secara konsekuen akan serta merta turun tangan mengambil tindakan tertentu untuk menertibkan praktek bisnis yang tidak baik itu. Termasuk dalam tindakan tersebut, adalah larangan atau pencabutan ijin usaha perusahaan tersebut yang mana akan fatal bagi nasib perusahaan tersebut. Jadi, dari pada melakukan bisnis yang melanggar kepentingan, para pelaku bisnis berusaha sedapat mungkin untuk secara proaktif berbisnis secara baik dan etis. Paling kurang ini adalah tuntutan dari dalam perusahaan tersebut demi kelangsungan perusahaan itu, demi mendapat keuntungan yang menjadi tujuan pokok bisnis.
Keempat, perusahaan modern juga semakin menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang siap dieksploitasi demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Justru sebaliknya, karyawan dianggap sebagai subyek utama dari bisnis suatu perusahaan yang sangat memungkinkan berhasil tidaknya perusahaan tersebut.

Dalam bisnis yang penuh persaingan ketat, karyawan adalah orang-orang professional yang tidak mudah diganti. Karena penggantian tenaga professional akan merugikan perusahaan dari segi financial, waktu, energy, irama kerja perusahaan, team work dan seterusnya. Dengan demikian yang paling ideal bagi perusahaan modern adalah bagaimana menjaga dan mempertahankan tenaga kerja professional yang ada daripada membiarkan mereka pergi dan mengundurkan diri.

Jumat, 14 Oktober 2016

Contoh Amoral Manajemen (Softskill 1)


Amoral Manajemen
Ada 2 jenis lain manajemen tipe amoral ini, yaitu:
·         Manajemen yang dikenal tidak sengaja berbuat amoral (unintentional amoral manager).
·         Tipe Manajer yang sengaja berbuat amoral Manajemen dengan pola ini sebenarnya memahami ada aturan dan etika yang harus jalankan, namun terkadang secara sengaja melanggar etika tersebut, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan bisnis mereka misalnya ingin melakukan efisiensi dan lain-lain.
  
Contoh: Kasus Lapindo Brantas Inc. (LBI). Akibat kecerobohan yang dilakukan pihak manajemen LBI, hingga saat ini semburan lumpur masih berlangsung hingga saat ini sehingga menggenangi ruas jalan dan pemukiman penduduk. Beberapa prosedur yang dilanggar LBI antara lain:

1.      LBI tidak mengindahkan Surat Edaran Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1462/20/DJP/1996, yaitu salah satu syarat pemberian Kuasa Pertambangan (KP) eksplorasi atau eksploitasi, LBI selaku pemegang KP harus melakukan mekanisme Pengumuman Setempat (PS) untuk melindungi kepentingan sosial rakyat setempat dimana usaha pertambangan dilakukan.
2.      LBI tidak mengindahkan PP Nomor 27 Tahun 1999 tentang AMDAL. LBI tidak mengindahkan Pasal 33 ayat 1, Pasal 7 ayat 1.
3.      LBI sengaja melanggar prosedur utama sebagai standar operasional pengeboran minyak dan gas. LBI sengaja tidak memasang selubung bor.

Sabtu, 28 Mei 2016

Curhat sob?

Semua orang pernah merasakan sakit hati, bukan hanya lu kok semuanya, orru lu, temen lu, guru lu semua orang yang hidup, jangankan manusia, hewan pun bisa ngerasain sakit hati. Betul tidak?

Disini gue mau nulis apa yang pgn gue tumpahin semuanya
Lu emg pwenah gue sakitin, bukan pernah sih tapi sering. Iya gue akuin itu semua, disini gue salah, tp apa yang lu rasain tuh udah pernah gue rasain kok swbelum lu knl gue atau gue kenal lu. Bahkan lebih dari itu. Pernh lu lg pacaran sama orang tiba tiba pacar lu ilang kaya ditelen bumi? tiba tiba selang beberapa lama lu denger kabar kalo doi nikah, pernah? Gimana perasaan lu? Hancur? Itu udah pasti, lu lg sayang sayangnya tiba tiba ditikung dan di iket sama orang. Sakit hati coy gila... lu pernh ngerasain rasanya disurug nunggu hal yang ga pasti? Pasti pernah dong. Ya meskipun lu minta sesuatu tp enak kapan kebelinya.. itu aja udah kecewa loh apalagi gue dsuruh nunggu hampir setahun lamanya.. oke gue siap, gue mau tapi pasti? Enggak kan? Sementara lu aja mada bodo. Lu gak peduli. Lu cuma haha haha di ketikan aslinya mah kaga kan? Lu nyuruh gue ngelulusin pendidikan gue, nyati kerja, pas mapan boleh balik lg ke lu, oke gue sanggup tapi bimbing gue dari jauh bukan lu ngacangin gue dan gue dsuruh jln srndiri.. gue manusia gue orang butuh pengawasan. Bukan ngelepas gue, kalo emg lu masih mau sama gue ya bimbing, kalo gitu ya gue jg ngerasa lu masih care masih mau sama gue masih pgn deket gue, kalo emg lu ga peduli ngapain lu blg gue suruh nunggu? Blg aja lu ga mau berhubungan lg sm gue jd jelas gue ga nunggu lu.

Kamis, 19 Mei 2016

entahlah atau enyahlah

kenalin dulu dong. nama gue fahmi iqbal firdaus
gue pengen cerita nih. tapi jgn ketawa atau penuh caci maki ya. ini blogger bukan status facebook oke :) gue cuma sharing

pada taun 2013 gue kuliah di universitas swasta di bekasi, oiya rumah gue di planet bekasi lohhh hehehe
ya pokoknya singkat cerita gitu deh. biasa teen baru kenalan baru gebetan baru #ehh wkwkwk
gue dulu smpet deket sama cewe.. ini deket temen ya pure cuma temen. nah gue kan saat itu jomblo tuh kan ya. you know lahhhh otak lelaki muehehehe
gue minta dikenalin sama cewe nah di promote lah pin bbm gue di bbmnya doi sebut saja emak. doi punya temen namanya indah untuk di dengar tapi sedikit agak jorok kalo salah denger hahaha ya pokoknya itulah tp ssebut saja endut. gue knlan tuh sama si endut.. mungkin doi juga caper gitu ngeadd yg di promote hahaha
gue chatan dah dari situ terus ngobrol nanya nanya blablabla
gue : PING!!!
endut : iya
gue : anak mana?
endut : bekasi, lo?
gue : sama, temennya emak ya?
endut : iya lo kenal?
gue : kn pin gue di promotein dia..
endut : oiya ya
SKIP

pokoknya indah banget deh masih pada jaim masih malu malu.. pada saat itu kebetulan gue demen madrid nih HALAMADRID .. eh dia juga suka, ya cewe suka suka aja gitu, gue sih iyain aja.. pokoknya waktu itu endut mau nobar sama emak sama kawan kawannya, gue juga sama tapi bareng kawan gue juga. gue liat emak gue panggil deh MAKKKK..... dia nyapa balik eh om pahmi... nih tmn gue yg lu bbmin terus (sambil cekikikan) *ngejulurintangan* endut katanya ya gue jawan nama gue lah kn salaman..
nah dari situ makin akrab tuh. endut tiba tiba bikin pm "ada yang tau gak PTI (pondok timur indah) dimana?" pas gue liat lgsung gue komen aja pmnya dia
gue : gue tau. belakang MGT
endut : gue gak tau, bisa anterin gak?
gue : ayo aja tp gue ga tau rumah lu kan
endut : gue aja yang jemput lu, rumah lu dimana?
gue : di perum TIIIIIIIIT- dut, tau gak?
endut : tau kok yaudah gue jemput dibunderan ya
gue : oke

selang berapa lama gue jalan tuh dari rumah ke bunderan dengan pedenya and then jngjrengggggggg ndut dateng naik motor matic (dalem ati) untung matic klo manual mau ngomong apa gue
nah darisitu semakin lama semakin deket tuh.. entah selang berapa lama akhirnya gue tembak deh dia.. awalnya sih maen maen cuma iseng diterima sukur ga diterima yaudah toh kan iseng iseng berhadiah ya hahaha mau tau gak gue nembaknya gimana....?
gue : dut
endut : iya mi
gue : ada yg pengen gue omongin nih (cengengesan).. ini serius dut...
endut : iya paan lu ga ngomong ngomong
gue : lu mau gak jadi pacar gue?
endut : eeemmmhhhh gmn ya, kita kan baru kenal (disitu dh pesmis gue, yaudahlah kn maen maen)
gue : iya sih tapi gue takut klo klamaan pdkt ga jdian jadian ntar yg ada malah ditikung, gimana?
endut : bingung gue, gmn ya
(ada kali sejam lebih penaaran gue -__-)
endut : iyadeh gue mau
gue : SERIUS? (komuk mupeng)
endut : iyaaaaaa
nah gue sama doi resmi deh pacaran pada tanggal 21 juni 2014 pukul set 9 malem lah sekiranya..
bulan pertama masih anget anget tae lotok
bulan kedua udah rada ada selisih faham gitu
bulan ketiga ggue bikin peraturan "kita bebas tapi tau batasan" itu yg gue bikin pertama tapi busetdeh GUE YANG SAKIT COYYY!
gue apus tuh peraturan.. orang guenya cemburu gila... terus hari berlanjut terus terus dan terus kita sepakat bikin perjanjian jujur jujuran kan ya. sekecil apapun harus jujur
eh gue kegep bbman sama cewe coy sebut saja uya terus pesan pesanan mnta pin lah di facebook, di path..
yg gue tau tmn chat gue ada uya, tio aja tuh.... ya tmn bbman doang kok (tapi endut bilangnya selingkuh)
ya gitu deh gak faham juga gue, dia selalu percaya gue ga mungkin nghubungin org kalo ga ada maunya atau hubungan apa2, lahhh padahal cuma tmn biasa kan ya. gue berantem dah tuh pokoknya gak tau gmn ributnya. endut tuh punya keahlian dia klo lg ribut sama gue jam 9 keatas tuh kira kira jam 10 lebih dikit gue lg kesel keselnya tuh ya gue chat ilang gda kabar kaya tuyul kan tai ya gue tlponin sms bbm semuanya dah. eh jam 1 baru di read.. dia blg apa dah? "maaf ketidura" gilee salut kan.. gue mah kaga bisa gitu... wkwkwk klo bisa mah awet muda gue ga marah marah
pokoknya gue baikan deh.. eh gue ga lama mutusin dia tuh. gak tau dongo apa kepinteran gue putusin dia dengan alesan klasik "aku takut nyakitin kamu terus" wkwkwk.
tai kan ya hahaha
tp gue malah PALING GALAU MEN!!!
lucu gak sih? lucu banget.. gue hubungin lg dah endut dia masih ngerespon deh yaudah putus hampir seminggu tp balikan lagi ciyeeeeeee~~~~
tp dari situ gue bnran sayang banget sama dia, mungkin diapun begittu.. gara gara tiap hari tingkat sayang gue tuh sehari dosisnya naik terus, gue jd sering cemburu, bete betean ujung ujungnya berantem. dan APAAAA gue diputusin gara-gara ga minta maaf~ HUFTLAHYA
gitu aja terus kan sampe selang tanggal 21 juni 2015 dateng tuh duhhhhh ciye~~~~~ SETAHUN (jujur putus dari mantan SMA gue, baru kali ini pacaran lama lagi) makin cinta lah gue makin sayang dan MAKIN TAKUT KEHILANGAN. pada bulan bulan berikutnya masih sering ribut sering berantem tapi gak tau gue tuh ribut hari kamis terus yang pasti jumatnya gue ketemu (LDR bro endut di DKI gawe + kuliah) pas jumatnya tuh mesra banget kerasa kangennya.
nah gue dstu sadar kalo dia marah marah hari kamis psti gue lg maen sama tmn gue kan dia sedikit gue cuekin eh marah deh, biasa efek kangen jd sesitif kaya pantat bayi hahahaha
udah gitu gue berjanji gak akan selingkuh lagi (selingkuh versi dia) tapi tapi namanya juga LELAKI ga bisa liat bening dikit kan.. NGAKU dah lu para lelaki bejat hahah~~~~
gue ngeadd dah atau ngefollow di path sama IG(fahmicumi) bhahaha doi marah marah alesannya masih nyari nyari padahal aslinya mah kaga org cuma liat liat doang kan ya masa ga boleh U,U
nah putus lagi kan :-( tapi nyambung lagi kok broh :-D
udah tuh terus dia ada permintaan gue dsuruh blokir LINE,WA,PATH(unshare),IG juga ckck sebut saja wanita itu biduan, gue sadar doi emg perusak.. ya gimana ga dibilang perusak, cobadeh lu bayangin doi mantannya tmn gue, knlan sama gue, pacaran sama gue, gue knlin lg tuh sama tmn tongkrongan gue, trs doi tiba tiba knlan lg sama 2 org tongkrongan gue ckck kacaw ye... diGEBET semua sama doi
cerdas emang otaknya pppfffttttt
yaudah gue blokir kan seling berjalannya waktu hidup gue tentram tuh tanpa penggoda satupun tapi gue ya tetep curiga. wajarlah ya di dunia ada sisi negatif sama positif jangankan otak sama hati, batre aja ada kan.
iseng iseng dah tuh gue buka IG gue yang usang yg gue lupa paswordnya pake pasword default gue, dan tringgggggg kebuka. disitu otak gue mulai lg mikir gila lagi gue blokir lah IG endut, gue bikin privat tapi seinget gue, di IG gue yg baru biduan itu gue blokir bukan IG gue yang lama (seinget gue) gue udah lupa org gue pikir gak butuh
yaudah gak tau knp di bagian search ada IG yg lama gue eh dibuka sama dia, trs dia jg buka IG gue yg lama ketauan deh disitu saya merasa sedih, KENAPA? karna ya udah pasti marah putus dan sampe sekarang belom balikan lagi....dan gue pusing mikirnya.
yaudahlah dia minta jd temen yaudah jadi temen asal jgn jauhin gue. DISATU SISI GUE SAYANG ITU KATA HATI GUE, TAPI SISI LAIN GUE BAJINGAN ITU SISI JAHATNYA, dan gue dikasih satu syarat. gue LULUSIN KULIAH GUE, PERBAIKI SIKAP, SIFAT, KEJELEKAN GUE, nanti kalo gue udah lulus, udah MAPAN gue boleh balik lg sama dia.. gmn ya disini otak gue pro contra, perang dah di pikiran gue. mumet.... gue seneng dia ngasih motivasi ke gue, tapi gue ga suka klo gue mapan lgsung dateng kedia, okelah klo dia pasti, lah klo dia gak mau trs ga pasti SAKIT HATI ANE COY, dikira nyari cewe gampang kali.... -_-







jujur gue gak pengen gitu, kalo pun harus gitu mending pergi sekalian kan ya... tapi gue males nyari cewe lg, milih lagi, dideketin lg knalan sama keluarganya lagi, iya klo bnr, klo ga bnr ya nyari lagi kan..


cukup sekian deh ya. semoga ada manfaatnya dari cerita gue ada hhkahnya..
pesen gue "jadilah lelaki yang SETIA ya jgn kaya gue.. NYESEK BROH!!!"

Senin, 30 November 2015

CSR JASA MARGA (SOFTSKILL)

Program Kemitraan & Bina Lingkungan
Sebagai operator jalan tol dan Badan Usaha Milik Negara, kontribusi Jasa Marga kepada masyarakat diantaranya dilaksanakan melalui Unit Community Development Program. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) diatur dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan, serta Peraturan Menteri Negara  BUMN No. PER-08/MBU/2013 tangal 10 September 2013.
Program Kemitraan
Merupakan program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Program Kemitraan di Jasa Marga dimulai sejak tahun 1992, dengan jenis kegiatan Peminjaman modal kerja, serta Pembinaan Usaha yaitu berupa pelatihan dan pameran bagi mitra binaan dengan kategori lancar.
Dengan berkembangnya pengusaha kecil yang dibina oleh Jasa Marga diharapkan dapat memberikan efek berupa peningkatan taraf hidup masyarakat serta mendorong tumbuhnya kemitraan antara PT Jasa Marga (Persero),Tbk dengan usaha kecil yang berada dilingkungan operasional perusahaan. Adapun dana Program Kemitraan tersebut sesuai dengan UU No. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara bersumber dari penyisihan laba BUMN setelah pajak maksimal 2%.
Sejak pertama kali Program PKBL dilaksanakan tahun 1992, sampai dengan tahun 2013, Jasa Marga secara akumulasi telah menyalurkan pinjaman modal kerja sebesar Rp 301.463.908.173,- dengan jumlah Mitra Binaan sebanyak 22.004 Mitra Binaan. Dana Pembinaan Usaha berupa Pelatihan dan Pameran sejak tahun 1992 sampai dengan 2013 secara akumulasi adalah sebesar Rp 41.630.238.707.
Namun pada tahun 2013 Perseroan tidak mengalokasikan Laba Bersih dan tidak menyalurkan Pinjaman Kemitraan baru.  Berdasarkan Surat Kementerian Negara BUMN Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN No. S-92/ D5.MBU/2013, April tahun 2013. Sumber dana baik Program Kemitraan maupun Program Bina Lingkungan menggunakan saldo dana yang ada.
Program Bina Lingkungan
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/ MBU/2013 tanggal 01 Mei 2013 dan PER-08/MBU/2013 tanggal 10 September 2013, Program Bina Lingkungan digunakan untuk tujuan yang memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah operasional Perseroan.
Tahun 2013, Program Bina lingkungan yang disalurkan Jasa Marga adalah sebesar Rp 14.706.106.711,- dengan nemtuk kegiatan :
Bantuan Korban Bencana Alam sebesar Rp 422.815.000,-
Bantuan Pendidikan dan/atau Pelatihan sebesar Rp 4.405.062.513,-
Bantuan Peningkatan Kesehatan sebesar Rp 1.357.877.712,-
Bantuan Pengembangan Prasarana dan Sarana Umum sebesar Rp 5.134.354.632,-
Bantuan Sarana Ibadah sebesar Rp 1.589.096.354,-
Bantuan Pelestarian Alam sebesar Rp 1.396.075.000,-
Program Bantuan Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan sebesar Rp 400.825.500,-
Jasa Marga Goes to Campus
Memperkenalkan Industri Jalan Tol
kepada Mahasiswa
Sebagai bentuk kepedulian PT Jasa Marga (Persero) Tbk., terhadap dunia pendidikan, khususnya kepada para mahasiswa yang merupakan calon intelektual di negeri ini, pada ulang tahunnya yang ke-36, operator jalan tol terbesar di Indonesia menyelenggarakan kegiatan Jasa Marga Goes to Campus yang diselenggarakan mulai tanggal 19 Maret s.d. 26 Maret 2014.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan filosofi dan industri jalan tol kepada mahasiswa, sehingga mereka bisa memahami tentang proses bisnis industri jalan tol di tanah air, beserta kendala dan tantangan yang dihadapi. Selain itu, dalam kegiatan ini juga diharapkan para mahasiswa dapat memahami tentang peran jalan tol dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
Acara Jasa Marga Goes to Campus yang dikemas menjadi Kuliah Umum ini juga menjelaskan tentang kiat aman mengemudi di jalan tol. Materi ini perlu disampaikan, agar para mahasiswa dapat lebih memahami tentang hal-hal yang perlu diketahui ketika mengemudikan kendaraan di jalan tol, sehingga mereka dapat mengemudikan kendaraan dengan aman, serta tidak membahayakan orang lain.
Bahkan, dalam acara ini, Jasa Marga memberikan kesempatan kepada 150 mahasiswa untuk mengikuti workshop Safety Driving dengan instruktur profesional. Dengan mengikuti workshop ini, para mahasiswa diharapkan dapat lebih terampil dalam mengemudikan kendaraan.
Acara Jasa Marga Goes to Campus ini akan diselenggarakan di lima perguruan tinggi baik yang berlokasi di Bandung maupun Jakarta. Kelima perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) tanggal 24 Maret 2014 oleh Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman; Institut Teknologi Bandung (ITB) tanggal 19 Maret 2014, dengan narasumber Direktur Jasa Marga Muh. Najib Fauzan; Universitas Bina Nusantara (Binus) tanggal 20 Maret 2014 dengan narasumber Direktur Jasa Marga Reynaldi Hermansjah; Universitas Indonesia (UI) tanggal 21 Maret 2014 dengan narasumber Direktur Jasa Marga Hasanudin: dan Universitas Trisakti pada tanggal 26 Maret 2014 dengan narasumber Direktur Jasa Marga Abdul Hadi, Hs.
Selain memberikan materi tentang industri jalan tol, Jasa Marga juga memberikan bantuan sarana pendidikan di masing-masing kampus seperti laptop, infokus, kamera atau netbook. Jasa Marga juga menyediakan 130 e-toll card untuk para mahasiswa yang aktif bertanya dalam acara tersebut.
Setelah mahasiswa menerima informasi tentang industri jalan tol, mereka akan diberikan pengetahuan tentang teknik penulisan oleh Tim dari Republika Online yang bertindak sebagai media partner dalam acara ini. Kepada para mahasiswa akan diberi kesempatan untuk mengunggah tulisan tentang Jasa Marga di website Republika Online. Untuk tulisan yang paling banyak dibaca, akan disediakan hadiah menarik seperti netbook, smartphone, tablet dan Ipod.
Program Jasa Marga Goes to Campus ini sudah menjadi program periodik Jasa Marga yang sudah dimulai sejak tahun lalu. Program ini juga merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) di bidang pendidikan. Program CSR lainnya di bidang pendidikan yang sudah dilakukan Jasa Marga diantaranya adalah pemberian program beasiswa, perbaikan sekolah di sekitar jalan tol, pemberian sarana pendidikan seperti perlengkapan sekolah, juga penyebaran Buku Aku Tertib Berlalu Lintas yang merupakan program untuk memperkenalkan pendidikan berlalu lintas bagi anak sejak usia dini.
Informasi lebih lanjut hubungi :
David Wijayatno
Corporate Secretary
Plaza Tol TMII, Jakarta Timur 13550

Telp. 021-8413526   Faks. 021-8401533

Minggu, 29 November 2015

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Pembelian dan Konsumsi (softskill 10)

Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata LatinColere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Definisi budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budayaterbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Seseorang Menemukan Nilai- Nilai yang di Anut
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.
Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai
Ciri-ciri pembentukan nilai-nilai sosial yang di anut
Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial
Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
Cenderung berkaitan satu sama lain.
Berdasarkan ciri-cirinya, nilai sosial dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu nilai dominan dan nilai mendarah daging (internalized value).
Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Ukuran dominan tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut.
Banyak orang yang menganut nilai tersebut. Contoh, sebagian besar anggota masyarakat menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti politik, ekonomi, hukum, dan sosial.
Berapa lama nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat.
Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut. Contoh, orang Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) di hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran atau Natal.
Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contoh, memiliki mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri.
Nilai mendarah daging (internalized value)
Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar). Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Contoh, seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula, guru yang
melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut.
Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang dalam masyarakat. Menurut Notonegoro,nilai sosial terbagi 3, yaitu:
Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi fisik/jasmani seseorang.
Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang mendukung aktivitas seseorang.
Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jiwa/psikis seseorang.
Pengaruh Kebudayaan Terhadap Perilaku Konsumen
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Selain itu perilaku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993)
adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
Model perilaku konsumen
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli.
Pertanyaan sentral bagi pemasar: Bagaimana konsumen memberikan respon terhadap berbagai usaha pemasaran yang dilancarkan perusahaan? Perusahaan benar−benar memahami bagaimana konsumen akan memberi responterhadap sifat-sifat produk, harga dan daya tarik iklan yang berbeda mempunyai keunggulan besar atas pesaing.
1. Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas social pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang.
Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.
2. Pengaruh Budaya Yang Tidak Disadari
Dengan adanya kebudayaan, perilaku konsumen mengalami perubahan . Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Pengaruh budaya dapat mempengaruhi masyarakat secara tidak sadar. Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja. Ketika kita ditanya kenapa kita melakukan sesuatu, kita akan otomatis menjawab, “ya karena memang sudah seharusnya seperti itu”. Jawaban itu sudah berupa jawaban otomatis yang memperlihatkan pengaruh budaya dalam perilaku kita. Barulah ketika seseorang berhadapan dengan masyarakat yang memiliki budaya, nilai dan kepercayaan yang berbeda dengan mereka, lalu baru menyadari bahwa budaya telah membentuk perilaku seseorang. Kemudian akan muncul apresiasi terhadap budaya yang dimiliki bila seseorang dihadapan dengan budaya yang berbeda. Misalnya, di budaya yang membiasakan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi akan merasa bahwa hal itu merupakan kebiasaan yang baik bila dibandingkan dengan budaya yang tidak mengajarkan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari. Jadi, konsumen melihat diri mereka sendiri dan bereaksi terhadap lingkungan mereka berdasarkan latar belakang kebudayaan yang mereka miliki. Dan, setiap individu akan mempersepsi dunia dengan kacamata budaya mereka sendiri.
3. Pengaruh Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan
Budaya yang ada di masyarakat dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya dalam suatu produk yang memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “Coba dan buktikan” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya dengan adanya budaya yang memberikan peraturan dan standar mengenai kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap waktu seseorang pada waktu makan.
Begitu juga hal yang sama yang akan dilakukan konsumen misalnya sewaktu mengkonsumsi makanan olahan dan suatu obat.
4. Pengaruh Budaya dapat Dipelajari
Budaya dapat dipelajari sejak seseorang sewaktu masih kecil, yang memungkinkan seseorang mulai mendapat nilai-nilai kepercayaan dan kebiasaan dari lingkungan yang kemudian membentuk budaya seseorang. Berbagai macam cara budaya dapat dipelajari. Seperti yang diketahui secara umum yaitu misalnya ketika orang dewasa dan rekannya yang lebih tua mengajari anggota keluarganya yang lebih muda mengenai cara berperilaku. Ada juga misalnya seorang anak belajar dengan meniru perilaku keluarganya, teman atau pahlawan di televisi. Begitu juga dalam dunia industri, perusahaan periklanan cenderung memilih cara pembelajaran secara informal dengan memberikan model untuk ditiru masyarakat. Misalnya dengan adanya pengulangan iklan akan dapat membuat nilai suatu produk dan pembentukan kepercayaan dalam diri masyarakat. Seperti biasanya iklan sebuah produk akan berupaya mengulang kembali akan iklan suatu produk yang dapat menjadi keuntungan dan kelebihan dari produk itu sendiri. Iklan itu tidak hanya mampu mempengaruhi persepsi sesaat konsumen mengenai keuntungan dari suatu produk, namun dapat juga memepengaruhi persepsi generasi mendatang mengenai keuntungan yang akan didapat dari suatu kategori produk tertentu.
5. Pengaruh Budaya yang Berupa Tradisi
Tradisi adalah aktivitas yang bersifat simbolis yang merupakan serangkaian langkah-langkah (berbagai perilaku) yang muncul dalam rangkaian yang pasti dan terjadi berulang-ulang. Tradisi yang disampaikan selama kehidupan manusia, dari lahir hingga mati. Hal ini bisa jadi sangat bersifat umum. Hal yang penting dari tradisi ini untuk para pemasar adalah fakta bahwa tradisi cenderung masih berpengaruh terhadap masyarakat yang menganutnya. Misalnya yaitu natal, yang selalu berhubungan dengan pohon cemara. Dan untuk tradisi-tradisi misalnya pernikahan, akan membutuhkan perhiasan-perhiasan sebagai perlengkapan acara tersebut.
Dampak Nilai- Nilai Inti Terhadap Pemasar
1. Kebutuhan
Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena ukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas consumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.
2. Keinginan
Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaza dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menenbus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya. Contoh : manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut terhgantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Yogya akan memenuhi kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan sukayaki dll.
3. Permintaan
Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
Variasi nilai perubahan dalam nilai budaya terhadap pembelian dan konsumsi
Nilai budaya memberikan dampak yang lebih pada perilaku konsumen dimana dalam hal ini dimasukkan kedalam kategori-kategori umum yaitu berupa orientasi nilai-nilai lainnya yaitu merefleksi gambaran masyarakat dari hubungan yang tepat antara individu dan kelompok dalam masyarakat. Hubungan ini mempunyai pengaruh yang utama dalam praktek pemasaran. Sebagai contoh, jika masyarakat menilai aktifitas kolektif, konsumen akan melihat kearah lain pada pedoman dalam keputusan pembelanjaan dan tidak akan merespon keuntungan pada seruan promosi untuk “menjadi seorang individual”. Dan begitu juga pada budaya yang individualistik. Sifat dasar dari nilai yang terkait ini termasuk individual/kolektif, kaum muda/tua, meluas/batas keluarga, maskulin/feminim, persaingan/kerjasama, dan perbedaan/keseragaman.

Minggu, 22 November 2015

Mempengaruhi Sikap Dan Perilaku

 Dari Bujukan Hingga Komunikasi
Berawal dari Stimulan yang merupakan masukan proses perilaku dibedakan atas rangsangan pemasaran dari pemasar dan rangsangan dari lingkungan konsumen itu sendiri. Sedangkan proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor personal maupun sosial konsumen. Respons perilaku konsumen dapat dijadikan faktor yang dapat membentuk keputusan pembelian (yaitu pembelian selanjutnya) atau tidak melakukan pembelian (menolak produk yang ditawarkan).
Rangsangan pemasaran dari pemasar yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yaitu seluruh kegiatan pemasaran yang meliputi bujukan hingga komunikasi mengenai produk tertentu yang ditawarkan. Para pemasar dapat melakukan kegiatan yang dapat dijadikan teknik modifikasi perilaku konsumen. Berbagai teknik modifikasi yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen adalah melalui beberapa aspek pemasaran yang meliputi aspek produk, aspek harga, dan aspek promosi.
Teknik Modifikasi Perilaku
            Modifikasi perilaku dapat diartikan sebagai: (1) upaya, proses, atau tindakan untukmengubah perilaku, (2) aplikasi prinsip-prinsip belajar yg teruji secara sistematis untukmengubah perilaku tidak adaptif menjadi perilaku adaptif, (3) penggunaan secara empiristeknik-teknik perubahan perilaku untuk memperbaiki perilaku melalui penguatanpositif, penguatan negatif, dan hukuman, atau (4) usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen pada manusia.
            Modifikasi perilaku juga menekankan pengaruh belajar dan lingkungan, artinya bahwa prosedur dan teknik tritmen menekankan pada modifikasi lingkungan tempatdimana individu tersebut berada, sehingga membantunya dalam berfungsi secara lebihbaik dalam masyarakat. Lingkungan tersebut dapat berupa orang, objek, peristiwa, atausituasi yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap kehidupanseseorang. Mengikuti pendekatan ilmiah artinya bahwa penerapan modifikasi perilakumemakai prinsip-prinsip dalam psikologi belajar, dengan penempatan orang, objek,situasi, atau peristiwa sebagai stimulus, serta dapat dipertanggungjawabkan secarailmiah. Sedangkan menggunakan metode-metode aktif dan pragmatik untuk mengubahperilaku maksudnya bahwa dalam modifikasi perilaku lebih mengutamakan aplikasi darimetode atau teknik-teknik yang telah dikembangkan dan mudah untuk diterapkan.
Adapun teknik modifikasi perilaku adalah sebagai berikut :
1.      Dorongan (Prompting)
Permintaan untuk melakukan suatu tindakan kepada seseorang.Barangkali setiap orang yang pernah memesan makanan di restoran fast-food pernah menjumpai dorongan.
2.      Teknik Banyak Permintaan BANYAK (Many asking)
Mengajukan beberapa permintaan kepada konsumen dengan mengawalinya dari permintaan yang kecil lalu ke permintaan yang lebih besar. Atau sebaliknya, diawali dari permintaan besar kemudian diikuti oleh permintaan lebih kecil.Contoh: Menawarkan produk yang lebih mahal terlebih dahulu, kemudian menawarkan produk yang lebih murah.
3.      Prinsip Resiprositas (Reprosity)
Teknik meningkatkan kepatuhan konsumen atas permintaan pemasar dengan lebih dahulu menawarkan orang bersangkutan sejumlah hadiah atau sample produk.
Contoh : Memberikan sample produk gratis, mencicipi produk, test drive dan sebagainya.
4.      Peran Komitmen (Committement)
Komitmen yang dipegang secara konsisten akan meningkatkan jumlah pembelian. Komitmen yang tertulis akan dapat meningkatkan konsistensi dalam bertransaksi.Perusahaan penjualan door to door telah menemukan keajaiban komitmen tertulis. Mereka dapat mengurangitingkat pembatalan hanya dengan meminta pelanggan mengisi formulir perjanjian penjualan (sebagai tanda jadi.
5.      Pelabelaan (Labeling)
Melibatkan pelekatan semacam gambaran pada seseorang, seperti “Anda Baik Hati”. Label diduga menyebabkan orang memandang diri mereka dengan cara yang disiratkan oleh labelnya. Pelabelan dapat digunakan oleh pemasar untuk menarikhati calon konsumen, sehingga pembelian terjadi.Pemasar pakaian dapat mengatakan, “Anda orang tua yang penuh perhatian.” di saat menawarkan pakaian untuk anak orang tersebut.
6.      Intensif (Insentif)
 Insentif mencakup jajaran luas alat-alat promosi, seperti korting harga, undian, rabat, kontes dan kupon. Insentif biasanya mewakili komponen penting dari keseluruhan strategi promosi produk.